RECORD DETAIL


Back To Previous

UPA Perpustakaan Universitas Jember

Pandangan Paguyuban Peduli Sampah (PAPESA) Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kota Probolinggo

No image available for this title
Pandangan PAPESA Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kota Probolinggo. Birdha Prasetyanta Putra; 090910302074; 2014; 117 Halaman; Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Banyaknya terjadi permasalahan lingkungan di Kota Probolinggo membuat Pemerintah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Probolinggo membentuk mitra-mitra kerja dibidang lingkungan sejak tahun 2006, mulai dari Informal Meeting Forum (Imf), Dewan Pembangunan Berkelanjutan (Dpb), Forum Jaringan Manajemen Sampah (Forjamansa), Paguyuban Eco Pesantren, Paguyuban Kader Lingkungan (Pakerling), Paguyuban Putri Lingkungan, Pokmas (Kelompok Masyarakat), serta Paguyuban Peduli Sampah (Papesa) yang memiliki tugas dan bidang masing-masing dibidang lingkungan hidup. Gerakan lingkungan di Kota Probolinggo terbentuk dengan tujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan, mengingat masyarakat sekarang sudah mulai lupa akan kewajibanya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Gerakan lingkungan adalah sekumpulan aktivis-aktivis lingkungan atau masyarakat yang membentuk dirinya menjadi sebuah kelompok atau komunitas di bidang lingkungan. Kota Probolinggo memiliki beberapa aktivis gerakan lingkungan, mereka bergerak berdasarkan bidangnya masing- masing. Salah satunya adalah Paguyuban Peduli Sampah (PAPESA) yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di Kota Probolinggo. Dalam penelitian ini menggali: Alasan anggota Papesa menjadi aktivis pengelola sampah di Kota Probolinggo?, dan Pandangan Aktivis pengelola sampah terhadap pengelolaan sampah di Kota Probolinggo?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis pandangan Papesa terhadap pengelolaan sampah di Kota Probolinggo. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penentuan Informan penelitian ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Proses selanjutnya adalah melakukan analisis data meliputi pengumpulan data serta pengelolaan data. Setelah itu data kemudian dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan Terbentuknya Papesa bertujuan untuk pelestarian lingkungan di Kota Probolinggo melalui pengelolaan sampah. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka dapat dijelaskan melalui 3 proses simultan Peter L Berger bahwa: 1) Papesa ikut terlibat langsung dikarenakan memiliki pengetahuan pribadi dalam melestarikan lingkungan di Kota Probolinggo. 2) Papesa ikut terlibat langsung dikarenakan adanya program dari Pemerintah atau Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang bekerjasama sama untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat Kota Probolinggo. 3) Papesa ikut terlibat langsung dikarenakan sebagai contoh gerakan lingkungan bagi masyarakat Kota Probolinggo. Selain memiliki alasan terbentuknya dan ikut terlibat Papesa dalam pengelolaan sampah di Kota Probolinggo, juga memunculkan pandangan Papesa terhadap pengelolaan sampah di Kota Probolinggo: 1) Pandangan Papesa Tentang Etika Lingkungan, dijelaskan bahwa masyarakat Kota Probolinggo masih belum sepenuhnya paham tentang apa yang harus dilakukan masyarakat Kota Probolinggo terhadap lingkungannya, 2) Pandangan Papesa Tentang Sampah, dijelaskan bahwa kesadaran masyarakat Kota Probolinggo untuk membuang sampah pada tempatnya sudah cukup paham, namun untuk mau memanfaatkan sampah, masyarakat Kota Probolinggo masih belum sepenuhnya paham, 3) Pandangan Papesa Tentang Pengelolaan Sampah, dijelaskan bahwa Kota Probolinggo memiliki aktivis di bidang pengelolaan sampah bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Kota Probolinggo, bahwa sampah jika diolah pasti bisa memiliki nilai jual ekonomis, 4) Pandangan Papesa Tentang Partisipasi Masyarakat, dijelaskan bahwa tidak semua masyarakat Kota Probolinggo memiliki partisipasi besar dalam menjaga dan merawat lingkungannya, sehingga diperlukan sosialisasi terus menerus guna memupuk kesadaran masyarakat Kota Probolinggo, 5) Pandangan Papesa Tentang Partisipasi Pemerintah, dijelaskan bahwa pemerintah memiliki peran paling dominan dalam membantu dan membentuk gerakan aktivis lingkungan maupun program-programnya, hingga sampai saat ini pemerintah Kota Probolinggo memiliki peran penting dalam melestarikan lingkungan sekitarnya. Pada penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pemahaman terhadap ilmu pengetahuan tentang lingkungan hidup, Papesa di Kota Probolinggo sudah memiliki kesadaran untuk melestarikan lingkunganya, terbukti dengan gerakan- gerakan lingkungan yang sudah mulai diterapkan di masyarakat, seperti: memberi sosialisasi terhadap masyarakat serta membentuk program-program lingkungan yang bertujuan untuk merawat, menjaga, serta melestarikan lingkungan dan memberikan pemahaman tentang sampah jika diolah juga bisa menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Adapun selain bertujuan untuk lingkungan, terbentuknya Papesa juga untuk memberikan contoh baik bagi masyarakat di Kota Probolinggo agar memiliki perilaku sadar terhadap lingkungan.

Availability
090910302074Perpustakaan Pusat UNEJ (Gudang)Available but not for loan - Gudang
Detail Information

Series Title

-

Call Number

-

Publisher

UNEJ-Fak Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Jember,

Collation

-

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Classification

-

Detail Information

Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

-

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility

No other version available