RECORD DETAIL


Back To Previous

UPA Perpustakaan Universitas Jember

Realitas Objektif dan Subjektif Masyarakat Peduli Api Terhadap Bencana Kebakaran Hutan

No image available for this title
Secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bencana bukan hanya dipengaruhi oleh faktor alam saja. Akan tetapi, bencana juga terjadi karena disebabkan oleh faktor manusia. Dari permasalahan lingkungan hidup diatas ini tampaknya yang perlu pembenahan khusus adalah manusia. Pada intinya adalah pembenahan perilaku kehidupan dan kesadaran manusia tentang lingkungan. Penelitian ini membahas tentang bagaimana realitas objektif dan subjektif masyarakat terhadap pembentukan kelembagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam rangka meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan konservasi di Ijen. Tujuan dari penelitian ini mengetahui, mendeskripsikan, serta menganalisis lebih dalam mengenai realitas objektif dan subjektif dapat membentuk kesadaran Masyarakat Peduli Api terhadap bencana kebakaran hutan di kawasan Gunung Ijen. Manfaat penelitian ini sebagai bahan masukan bagi Pemerintah untuk menyusun kebijakan mengenai keberlangsungan ekosistem terutama dikawasan hutan konservasi Cagar Alam (CA) Ijen. Hal ini penting karena keberlangsungan ekosistem merupakan sumber penghidupan bagi generasi yang akan datang. Temuan referensi ini dapat digunakan sebagai bahan referensi pembelajaran tentang lingkungan dan kebencanaan bagi penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Kalianyar Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Dalam penentuan informan digunakan teknik purposive sampling, dengan pengklasifikasian antara lain penggagas MPA, pengurus MPA, kepala desa setempat, pihak lembaga terkait seperti BKSDA, dan anggota MPA yang diwawancarai oleh peneliti. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan metode cross check. Proses selanjutnya adalah melakukan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Cagar Alam yang menjadi kawasan hutan konservasi di Ijen ini mendapatkan ancaman bencana kebakaran hutan pada setiap tahunnya. Oleh karena itu, peristiwa kebakaran ini menjadi sebuah realitas objektif yang terjadi dimasyarakat. Sedangkan realitas subjektif masyarakat terhadap pembentukan MPA masih didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap keamanan hutan dan keselamatan lahan, adanya hubungan simbiosis mutualisme antara BKSDA dengan masyarakat, kebutuhan terhadap keselamatan masyarakat dan pemukiman masyarakat, serta gotong royong sebagai motivasi untuk tergabung dalam MPA. Oleh karena itu, selama dua tahun MPA terbentuk, masyarakat telah memiliki kesadaran terhadap kelestarian hutan, meskipun kesadaran tersebut belum terbentuk secara sempurna. Secara teoritis pembentukan kesadaran masyarakat melalui realitas objektif dan subjektif, dapat dianalisis melalui tiga tahap yaitu tahap eksternalisasi, tahap objektivasi, dan tahap internalisasi. Pada ketiga tahap itulah masyarakat melalui proses pengenalan khususnya mengenai pembentukan MPA, proses penyesuaian program-program yang dilakukan MPA, dan proses kecocokan pada nilai-nilai yang ada dalam MPA. Sehingga ketiga proses inilah yang memunculkan semangat, motivasi, dan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam keanggotaan Masyarakat Peduli Api

Availability
100910302042Perpustakaan Pusat UNEJ (Gudang)Available but not for loan - Gudang
Detail Information

Series Title

-

Call Number

-

Publisher

UNEJ-Fak Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Jember,

Collation

-

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Classification

-

Detail Information

Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

-

Subject(s)

KEBAKARAN HUTAN

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility

No other version available