RECORD DETAIL


Back To Previous

UPA Perpustakaan Universitas Jember

PENGARUH ALOKASI BELANJA URUSAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN JEMBER

No image available for this title
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh alokasi belanja daerah urusan kesehatan dan pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Jember. Belanja daerah menurut UU tahun 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih
dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Belanja dalam APBD dialokasikan untuk melaksanakan program/kegiatan sesuai dengan kemampuan pendapatannya, serta didukung oleh pembiayaan yang sehat sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan pendapatan, serta pembangunan di berbagai sektor termasuk sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi komponen penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM merupakan capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup, yang mewakili bidang kesehatan, bidang pendidikan, dan kemampuan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok (standart hidup layak). Sebagai upaya peningkatkan IPM, alokasi belanja urusan kesehatan dan pendidikan harus ditingkatkan karena belanja memegang peranan penting dalam kegiatan pembangunan manusia.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data time series 2007-2011, dengan data sekunder yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jember. Pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 17.00. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka model regresi berganda adalah sebagai berikut. Y = 64.99 - 3.74 x 10-5 X1 + 8.74 x 10-6 X2. Dari uji F pengaruh belanja urusan kesehatan dan pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia, F hitung adalah 0,76, sedangkan F tabel adalah 19,0, maka F hitung < Ftabel (0,76 < 19,0) sehingga Ho diterima dan Hi ditolak. Artinya belanja daerah urusan kesehatan dan pendidikan secara bersama-sama
(simultan) tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia.Untuk uji t, dari hasil penghitungan diketahui bahwa secara parsial belanja urusan kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (t hitung 0,912 < t tabel 4,303) dan hasil regresi probabilitas belanja daerah urusan kesehatan sig t = 0,458 sedangkan α = 0,05, artinya probabilitas belanja daerah urusan kesehatan lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Hi ditolak sehingga variabel bebas belanja daerah urusan kesehatan tidak berpengaruh terhadap Indeks
Pembangunan Manusia. Selanjutnya hasil penghitungan secara parsial belanja urusan pendidikan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (t hitung 0,478 < t tabel 4,303) dan hasil regresi probabilitas belanja daerah urusan pendidikan sig t = 0,478. Sedangkan α = 0,05, artinya probabilitas belanja daerah urusan pendidikan lebih besar dari 0,05 maka belanja daerah urusan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia.Berdasarkan analisis dokumen APBD Tahun 2007-2011, alokasi belanja modal yang dialokasikan untuk program-program pembangunan baik pembangunan kesehatan maupun pembangunan pendidikan, alokasinya sangat terbatas. Hal tersebut bertolak belakang dengan proporsi belanja modal
berdasarkan Peraturan Presiden No 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang seharusnya adalah 30% dari APBD yang dimaksudkan untuk program dan kegiatan pembangunan. Belanja urusan kesehatan dan pendidikan selama tahun 2007-2011 lebih didominasi untuk belanja birokrasi yang tidak memberikan manfaat langsung bagi pembangunan manusia. Dari program-program yang tersusun dalam SIMDA, hanya ada 7 program kesehatan yang dapa meningkatkan Angka Harapan Hidup dan 6 program yang dapat meningkatkan Indeks Pendidikan. Alokasi belanja modal pada programprogram pembangunan tersebut masih didominasi untuk kegiatan pengadaan, pemeliharaan, dan peningkatan sarana prasarana baik pada urusan kesehatan maupun pendidikan

Availability
100910201008Perpustakaan Pusat UNEJ (Gudang)Available but not for loan - Gudang
Detail Information

Series Title

-

Call Number

-

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNEJ : Jember,

Collation

-

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Classification

-

Detail Information

Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

-

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility

No other version available