RECORD DETAIL


Back To Previous

UPA Perpustakaan Universitas Jember

Tsunami: Bahaya yang Diabaikan

No image available for this title
PAKET MENJELAJAH ALAM berisi: 1. Tsunami! Edisi Kedua 2. Potensi Laut dan Samudra Kita 3. Tsunami: Bahaya yang Diabaikan 4. Pertanian Dunia 5. Gempa Bumi dan Gunung Berapi 6. Jelajahi Cuaca dan Iklim 7. Jelajahi Batuan dan Mineral 8. Jelajahi Gravitasi 9. Jelajahi Daur Kehidupan 10. Jelajahi Air 11. Mengenal Cuaca dan Iklim di Indonesia 12. Bumi Berguncang Gunung Meradang

Sebelum pukul 10 pagi, 18 Maret 1989, saya adalah seorang geomorfologiwan proses

yang telah berkecimpung di bidang evolusi pesisir tebing cadas dan penghalang pasir

di sepanjang garis pesisir New South Wales di Australia Timur. Saya menyadari

bahwa tsunami ada, dan bahkan telah menulis tentangnya, tetapi tsunami bukan bagian

dari keahlian riset saya. Tidak ada orang yang pernah memikirkan bahwa tsunami

dapat menjadi sebuah proses di pesisir yang penting di sepanjang Pesisir Timur

Australia. Pada pagi di bulan Maret yang cerah, dengan petunjuk semilir angin laut

yang menyegarkan, hidup saya akan berubah. Bersama rekan dekat saya, Bob Young,

saya berdiri dengan takjub di bagian tebing yang runtuh di belakang bukit karang, di

Haycock Point, selatan Merimbula. Kami memandang sederet bongkahan batu besar

yang masih baru, berhimpitan di sebuah celah di puncak bukit karang yang tampaknya

tidak terkena gelombang badai. Berbeda dengan banyak orang sebelumnya, kami

memutuskan untuk tidak begitu saja mengabaikan endapan ini tanpa mendapatkan

sebuah alasan ilmiah bukti nyata yang berada di hadapan kami. Setelah bersusah

payah selama lebih dari satu jam dan menempuh segala cara, kami pergi dengan

hipotesis yang tidak masuk akal bahwa satu atau dua gelombang tsunami telah

menerjang pesisir ini. Tsunami tersebut tidak hanya berperan atas batu-batu yang

berhimpitan di dalam celah itu, tetapi juga penyebab keberadaan batuan di atas tebing

tempat kami semula. Kami tidak mengharapkan sebuah gelombang tsunami yang

besar, hanya tsunami dengan kedalaman 1-2 m yang bergerak sekitar 5-6 m di atas

batas tertinggi gelombang samudra di atas bukit. Selama lebih dari delapan tahun

gelombang tersebut bertambah besar sampai akhirnya kami menemukan bukti

megatsunami yang menggenangi daratan utama 130 m di atas permukaan laut di

Teluk Jervis di sepanjang garis pesisir yang sama. Penemuan-penemuan berikutnya

mengungkapkan bahwa lebih dari satu gelombang telah menerjang pantai New South

Wales selama 7.000 tahun terakhir, megatsunami juga terjadi di seluruh pesisir

Australia, dan begitu banyak, magnitudo dari bukti lapangan sangat besar sehingga

kemungkinan besar hanya tabrakan sebuah komet atau meteorit dengan Bumi yang dapat menyebabkan gelombang sebesar itu. Dari menjadi seorang geomorfologiwan

proses yang cenderung terpengaruh dalam tahun 1960-an, saya menekuni

katastrofisme yang berasal dari zaman kegelapan geologi ketika ilmu ini merupakan

cabang baru. Bob Young kemudian pensiun pada tahun 1996, tetapi pemikirannya

yang jernih terhadap gambaran yang lebih luas dan pandangannya yang luar biasa

tentang saujana ada dalam seluruh terbitan kami dan tercermin dalam buku teks ini.

Tidak ada satu hari pun di lapangan bersama Bob tanpa kegembiraan dan penemuan.

Sejak 1995, saya telah bekerja dengan Dr. Jon Nott dari University of James

Cook di Cairns, Queensland. Bob Young telah melatih Jon, sehingga saya tidak

kehilangan satu pun pemahaman Bob tentang saujana. Dengan penuh semangat, Jon

tetap meneruskan riset lapangan bersama saya di lokasi terpencil, dan memperoleh

keberuntungan tak terduga berupa pendanaan untuk meneliti topik yang tidak lazim

di zaman yang didominasi oleh rasionalisme ekonomi dan tertutup oleh penelitian

tanpa risiko tahun 1960-an. Berdiri bersama Jon di Point Samson, Australia Barat,

dan bersama-sama menyadari bahwa kami sedang memandang saujana tempat

megatsunami telah menyapu daratan sepanjang 5 km – tidak hanya menggenangi

bukit setinggi 60 m, tetapi juga memotongnya – adalah sebuah kehormatan. Hanya

beberapa geomorfologiwan yang telah mengalami suatu peristiwa bencana untuk

pertama kalinya dapat berbagi pengalaman di lapangan dengan orang lain. Jon, Bob,

dan saya merumuskan tanda-tanda tsunami yang dijelaskan di Bab 3. David Wheeler

melakukan kerja lapangan mengidentifikasi gumuk pasir tsunami yang dramatis yang

berbentuk V di Steamers Beach, Teluk Jervis untuk pertama kalinya. Kami semua

telah bertahan dari penyangkalan oleh sesama geomorfologiwan yang mendukung

gagasan katastrofisme di zaman ”ketakjuban minimum”. Saya berharap buku ini

menyampaikan beberapa keasyikan atas penemuan kami tentang tsunami.

Sulit untuk menulis sebuah buku tentang tsunami tanpa menggunakan persamaan.

Hubungan antara ketinggian gelombang tsunami, kedalaman aliran di pantai, ukuran

bongkahan batu, dan dimensi bentuk dasar laut adalah hal penting dalam

konseptualisasi kami tentang megatsunami dan perannya dalam pembentukan saujana

pantai. Saya telah menghindari beberapa persamaan matematika yang rumit untuk

mencirikan tsunami dan saya mohon maaf kepada para ahli karena telah menyingkat

dan menyederhanakan beberapa rumus mereka. Kapan pun saya menggunakan

persamaan, saya telah mencoba untuk memuaskan kalangan nonahli dengan

menyertakan gambar-gambar dan foto-foto untuk menggambarkan rumus tersebut.

Istilah-istilah yang digunakan dalam persamaan hanya dijelaskan sekali di tempat

istilah tersebut pertama kali muncul dalam teks, kecuali jika muncul kebingungan

terhadap arti dari istilah tersebut di bagian-bagian selanjutnya di dalam buku ini.

Sebagai rujukan, seluruh istilah dan simbol diringkas di awal buku ini. Banyak kejadian

yang hanya ditulis tahunnya. Jika ada keraguan digunakan, SM (Sebelum Masehi).

Jika tidak ada keraguan, kata tersebut dihilangkan dan tahun tersebut mengacu pada

tahun Masehi. Satuan ukuran mengikuti International System of Units (Sistem

Internasional Satuan) kecuali penggunaan istilah kiloton dan megaton. Agar dapat

menyampaikan sudut pandang dan argumentasi, tanpa terganggu oleh banyaknya

rujukan, keterbatasan pada rujukan formal, perujukkan akademik telah dilonggarkan.

 

Biasanya, setiap bagian dimulai dengan mendaftar artikel jurnal atau buku yang terkait,

baik yang telah memengaruhi pikiran saya atau inti topik tersebut. Sekali lagi, saya

minta maaf kepada siapa pun yang merasa bahwa saya telah mengabaikan hasil kerja

mereka yang penting tetapi luasnya cakupan telah membatasi sebuah tinjauan literatur

yang lengkap pada banyak topik. Seluruh rujukan untuk penerbitan dapat ditemukan

di bagian akhir buku ini. Beberapa artikel dan data diperoleh dari Internet. Alamat

Internet dalam hal ini juga dijadikan rujukan. Bahan rujukan tersebut mungkin tidak

lagi ada karena alamatnya telah berubah atau karena kurangnya tradisi pengarsipan

untuk sumber media baru ini. Jika material tersebut tidak tersedia dalam literatur

atau melalui forum ini, telah disampaikan di awal teks ini.


Availability
BI000000093CPerpustakaan Pusat UNEJAvailable
Detail Information

Series Title

-

Call Number

-

Publisher

Pakar Raya PT : Bandung,

Collation

-

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

9795342770

Classification

-

Detail Information

Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

-

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility

No other version available