UPA Perpustakaan UNEJ Gelar Konferensi Pustakawan #33 Tentang Kearsipan Modern
UPA Perpustakaan
Universitas Jember Kembali menyelenggarakan Konferensi Pustakawan seri ke 33
pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui
platform zoom ini diikuti oleh pustakwan, pengelola Perpustakaan maupun staf
ruang baca. Pada seri kali ini, tema yang diusung terkait “Manajemen Kearsipan
Moder”, menyoroti pentingnya pengelolaan arsip di era digital dan perkembangan
sistem kearsipan nasional.
Kegiatan
menghadirkan Hasyim, staf UPA Perpustakaan Universitas Jember yang juga telah
mengikuti pelatihan kearsipan sebagai pemateri. Dalam paparannya beliau
menyampaikan materi yang berfokus pada konsep dasar kearsipan, peran arsip
sebagai memori organisasi hingga penerapan sistem kearsipan berbasis teknologi
melalui digitalisasi dan apliaksi kearsipan modern seperti SRIKANDI. Pada
pelatihan kearsipan menyoroti perkembangan konsep GLAM (Gallery, Library,
Archives, Museum) yang saat ini banyak diterapkan di Lembaga-lembaga informasi
Indonesia seperti Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan Museum Sonobudoyo.
Pemateri juga
mengulas mengenai jenis-jenis arsip, daur hidup arsip, sistem penyimpnana serta
tantangan yang muncul di era transformasi digital, khususnya terkait keamanan
data dan kesiapan sumber daya manusia. Materi juga menekankan bahwa arsip bukan
sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi bukti autentik perjalanan
Lembaga serta bagian dari memori kolektif bangsa.
Acara ini
dipandu oleh Agus Salim, Staf UPA Perpustakaan Universitas Jember yang
bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta
aktif mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan arsip dinamis, standar
penyusutan arsip serta praktik terbaik dalam digitalisasi.
Konferensi rutin
ini diharapkan terus menjadi wahana pengembangan kompetensi pustaakwan,
khususnya dalam mengetahui isu-isu actual di bidang Perpustakaan. UPA
Perpustakaan Universitas Jember berharap bahwa penyelenggaraan Konferensi
Pustakawan secara berkala tidak hanya menjadi ruang bertukar wawasan tetapi
juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan public speaking bagi para
pustakawan dan staf. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan mendorong terciptanya
lingkungan kerja yang adaptif, komunikatif dan terus berkembang.